Penulis : Meliyana – Asian Agribiz
Pangsa pasar produsen nutrisi hewan Nufeed International Indonesia akan meningkat jika lebih banyak petani menggunakan pakan berkualitas. MELIYANA menulis tentang upaya mereka untuk mengedukasi petani tentang pentingnya penggunaan pakan ternak berkualitas tinggi.
Berkantor pusat di Grobogan, Jawa Tengah, Nufeed memutuskan untuk fokus pada pakan ternak karena peduli terhadap industri tersebut. Saat ini, Nufeed mengoperasikan pabrik dengan kapasitas 40.000 ton/tahun; dari total kapasitas, 90% adalah pakan ternak sapi perah.
Tidak memahami kebutuhan nutrisi
“Kebanyakan petani adalah petani pekarangan dan koperasi, dengan sedikit kesadaran akan nutrisi hewan yang tepat. Kami mulai memperkenalkan konsentrat kepada petani susu karena konsentrat yang mereka hasilkan tidak memenuhi kebutuhan nutrisi,” kata Totok Setyarto, Direktur Operasional Asian Agribiz.
Siklus hidup sapi perah meliputi periode pemula, sapi dara, dan sapi dewasa, beserta formulasi untuk laktasi rendah, sedang, atau tinggi. Semuanya membutuhkan tingkat nutrisi yang berbeda, tetapi sebagian besar koperasi hanya memiliki 1-2 jenis pakan. “Nufeed melakukan pelatihan dan penyadaran yang tepat bagi masyarakat peternak untuk meningkatkan produksi susu yang hanya 11 liter/hari. Padahal di negara lain produksi susu mencapai 30-55 liter,” jelasnya.
Nufeed membantu memahami bagaimana praktik peternakan yang baik dapat meningkatkan produksi dan produktivitas mereka. Mereka juga memperkenalkan konsep pakan khusus untuk setiap tahap siklus hidup sapi, yang dapat mereka lakukan karena mereka adalah satu-satunya produsen dengan produk lengkap untuk semua tahap.
“Ada potensi besar dalam pakan ternak yang dapat kita manfaatkan. Kami mulai menguji pakan kami untuk peternak kecil, dan selama lebih dari 10 tahun, para peternak secara konsisten memilih pakan kami karena kualitasnya yang tinggi,” ungkap Bapak Setyarto.
Pelanggan Nufeed juga merupakan produsen susu dalam negeri, termasuk Ultra Sumatera Dairy Farm, Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company, Global Dairi Alami, dan Raffles Pacific Harvest.
Pelanggan Nufeed juga berasal dari beberapa koperasi, termasuk Puspa Mekar, Kaum, Kurnia Rahayu, dan koperasi lainnya di Jawa Barat. Selain itu, peternakan milik pemerintah seperti Balai Ternak Unggul dan Pakan Ternak Baturraden.
Mereka memproduksi pakan dalam bentuk pelet untuk membantu meningkatkan daya cerna pakan.
Nufeed telah memperoleh sertifikasi dalam praktik produksi yang baik, dan karyawannya memahami bahwa output yang dihasilkan sesuai untuk ternak.
“Pengendalian kualitas (QC) kami dalam setiap proses produksi juga memegang peranan penting, mulai dari input bahan baku hingga produk akhir,” kata Bapak Setyarto.
Pabrik semi-otomatis
Nufeed mengoperasikan pabrik semi-otomatis untuk memproduksi pakan, yang masih menggunakan tenaga kerja untuk beberapa proses. Namun, perusahaan menerapkan proses manajemen untuk memastikan kelancaran operasional. Yang terpenting adalah aliran informasi yang lancar dan cepat terkait berbagai segmen, seperti produksi, pengadaan bahan baku, manajemen gudang, pakan jadi, masalah terkait pabrik, dan perkiraan kerusakan terkait operasi mesin.
Mereka terus-menerus memeriksa mesin untuk memastikan pengoperasian yang tepat dan menyediakan suku cadang untuk mesin mereka.
“Kami akan memastikan operasional kami tetap berjalan, jadi kami melakukan perawatan preventif. Semua sudah dipersiapkan agar pabrik beroperasi dengan gangguan seminimal mungkin,” kata Bapak Setyarto.
Edukasi berkelanjutan
Bapak Setyarto menjelaskan bahwa edukasi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap permintaan pakan ternak di Nufeed.
Perusahaan membuat peternakan percontohan bernama Nufeed Dairy Campus yang diadakan secara rutin setiap dua atau tiga minggu.
“Ini dilakukan secara daring dan luring. Tujuannya adalah untuk saling bertukar informasi terkait tantangan peternak, termasuk pakan, penyakit, manajemen, dan masalah lainnya.”
Misalnya, penyakit kaki dan mulut (PMS) dan penyakit kulit bernanah (ISPA) telah menyebar ke hewan ternak (terutama sapi) di Indonesia, yang menyebabkan kerugian ekonomi dan penurunan produktivitas.
“Kami melakukan pendekatan yang komprehensif kepada peternak, tetap waspada, dan mengedukasi mereka tentang penyakit ini. Kami bahkan mendatangkan dokter hewan untuk berbagi pengetahuan tentang pencegahan,” katanya.
Alhamdulillah, kedua penyakit ini berhasil dikendalikan dengan memperkuat langkah-langkah biosekuriti dan vaksinasi.
“Kami juga mengadakan diskusi kelompok yang disebut Nufeed Dairy Services, di mana kami mengelompokkan peternak berdasarkan daerahnya, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” katanya.
Banyak peternak yang masih menginginkan pakan murah dan perlu fokus pada kualitas pakan. Dengan pendidikan, mereka berharap pola pikir ini akan berubah.
Bapak Setyarto mengatakan generasi muda yang berpikiran maju akan membantu meningkatkan industri ini, karena sebagian besar peternak sudah menua.
“Tugas kami adalah memastikan bahwa generasi muda tertarik pada industri ini, dan ini adalah pekerjaan rumah terbesar kami saat ini,” katanya.
Masalah lainnya adalah tingkat pendidikan peternak. Oleh karena itu, ia menjelaskan bahwa kami sering mengalami kesulitan menerjemahkan pengetahuan kepada mereka karena kesenjangan pendidikan.
Masih menjanjikan
Industri susu masih menjanjikan, karena produksi lokal belum memenuhi permintaan nasional.
Dalam hal ini, Nufeed memiliki banyak peluang
Sumber Artikel : https://www.asian-agribiz.com/2024/07/29/nufeed-wants-more-farmers-to-adopt-formulated-cattle-feed/